April 3, 2017

Franchise

NAMA: Indira Rahma

KELAS: 2 SA 01
NPM: 13615346


1. Definition of Franchise

Franchising is a method of distributing goods or services. A franchise is a type of business in which someone (the franchisee) agrees to pay certain fees and obey certain rules for the right to sell the goods or services of an established company (the franchisor) and benefit from its business methods, trade secrets, goodwill, professional training, and operating assistance. ( Eric C. Perkins, 2008 )

Barbara Beshel (2001) stated that franchise is the agreement or license between two legally independent parties which gives: (1) a person or group of people (franchisee) the right to market a product or service using the trademark or trade name of another business (franchisor), (2) the franchisee the right to market a product or serice using the operating methods of the franchisor, (3) the franchisee the obligation to pay the franchisor fees for these rights, and (4) the franchisor the obligation to provide rights and support to franchisees.

2. Types of Franchise

Franchising includes three basic types of systems: tradename franchising, product distribution franchising, and pure franchising. Each of these forms of franchising allows fanchisees to benefit from the parent company's identity.

  • Tradename Franchising involves being associated with a brand name, such as True Value Hardware or Western Auto.  In tradename franchising, a franchisee purchases the right to become identified with the franchisor's trade name without distributing particular products exclusively under the manufacturer's name
  • Product Distribution Franchising involves licensing the franchisee to sell specific products under the manufacturer's brand name and trademark though a selective, limited distribution network. This system is commonly used to market automobiles (General Motors and Toyata), gasoline products (Exxon and Chervron), soft drink (Pepsi Cola and Coca-Cola), bicycles, appliances, cosmetics, and other products).
  • Pure Franchising (or comprehensive or business format franchising) involves providing the franchisee with a complete business format. This highly structured relationship includes a license for a trade name, the products or services to be sold, the physical plant, the methods of operation, a marketing strategy plan, a quality control process, a two-way communications system, and the necessary business services. The franchisee purchases the right to use all of the elements of a fully integrated business operation. Business format franchising is the most common and the fastest growing of the three types of franchising, accounting for 85.1 percent of all franchise outlets in the United States.7 It is common among fast-food restaurants, hotels, business service firms, car rental agencies, educational institutions, and many other types of businesses. ( IFA Educational Foundation, 2004 )

3. Risks of Franchising

Obviously there are many risks that arise when vending a fanchise. 

The first risk for the franchisee can be the rules from the franchisor, such as the restriction to do the marketing, the inventory or in changing the program hours. This is one of the reasons why the contract between the parties must be read through all the rules and regulations.

A second risk is the reduced profit, because the franchisers take a considerable amount of the franchisee incomes. It is recommended to do a heavy research on how much money are expected to make and if the investment in worth.

The last and the most important risk is the success of the franchise, which can be a big risk if the franchisee depends on the franchise support. Location, service, and the economy all play into whether the franchise will succeed, and no one can predict the outcome of any of these.
( Miles D. Anthony, 2011 )



Bibliography

Anthony, Miles D., Risk Factors and Business Models: Understanding the Five Forces of Enteprenurial Risk and the Causes of Business Failure, Paperback, 2011, Froida.

Bashel, Barbara, An Introduction to Franchising, The IFA Educational Foundation, 2001, Washington, DC.

Perkins, Eric C., & Laughter, Justin M., Fundementals Of Franchising Your Business, Hirschler Fleischer Corp., 2008.

March 10, 2017

KEWIRAUSAHAAN

NAMA: Indira Rahma
KELAS: 2 SA 01
NPM: 13615346


1. Definisi

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu.

Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk bari, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengandakan produk baru, mengatur permodalan operasi serta memasarkannya.

Dalam lampiran Keputusan Mentri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:

a. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan. 

b. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan sesorang dalam menangani usaha atau kegiatan mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayaran yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Jadi, wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakkan usaha / kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental dan dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha / kegiatan.

(Sumber: Ekonomi-Holic.com. Selasa 7 Maret 2017, 21:07)


2. Ciri - Ciri Wirausaha

Seseorang dikatakan wirausaha sudah tentu memenuhi definisi wirausaha itu sendiri, untuk lebih jelasnya silahkan baca ciri-ciri wirausaha di bawah ini:

  • Yakin terhadap produk yang dimiliki 
  • Mengenal sangat banyak produknya 
  • Tidak berdebat dengan calon pelanggan 
  • Komunikatif dan negosiasi ramah dalam pelayanan 
  • Santun jujur dan berani
  • Menciptakan transaksi 

3. Tujuan Berwirausaha

Berikut beberapa tujuan dari seorang wirausaha yang seharusnya:

  • Berusaha dan bertekad dalam meningkatkan jumlah para wirausaha yang baik dengan kata lain ikut serta dalam mengader manusia manusia calon wirausaha untuk membangun jaringan bisnis yang lebih baik

  • Ikut serta dalam mewujudkan kemampuan para wirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dan Negaranya

  • Ikut serta dalam menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran serta orientasi kewirausahaan yang kokoh.

  • Menyebarluaskan dan membuat budaya ciri ciri kewirausahaan disekitarnya terutama dalam masyarakat

  • Mengembangkan dalam bentuk inovasi dan kreasi agar tercipta dinamika dalam kewirausahaan atau dunia bisnis sehingga kemakmuran dapat tercapai

(Sumber: Entrepreneurship, Menjadi Pebisnis Ulung oleh Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto diterbitkan oleh Kompas Gramedia, tahun 2009 di Jakata)


DO I WANT TO OPEN MY OWN BUSINESS?

JIka saya memiliki kesempatan untuk membuka suatu usaha, saya ingin membuka sebuah clothing line dengan brand milik sendiri. Saya ingin membuat usaha ini sebagai usaha keluarga. Nama yang saat ini terpikirkan adalah " YA Cloth ", YA merupakan akrnonim dari kedua orang tua saya, yaitu, Yuspihal dan Ayu.

Barang - barang yang kami jual tidak hanya baju, melainkan tas, sepatu, topi, dan aksesoris. Barang yang kami jual juga tidak ditentukan untuk siapanya, barang - barangnya adalah genderless; bisa dipakai oleh siapa saja, mau laki - laki ataupun perempuan.

Rencananya saya sendiri yang akan mendesign barang - barangnya, kakak dan adik laki - laki saya yang akan memasarkannya. Pemasarannya untuk sementara waktu dengan online

Modal awal untuk membuka usaha ini berasal dari orang tua. Karena sejak dari dulu, kedua orang tua saya menawarkan modal untuk membuka usaha sendiri. Tapi, saya ingin juga memberikan modal dari hasil saya sendiri.

Harga yang kami berikan pun tidak akan terlalu mahal, mulai dari Rp 100.000 s/d Rp 250.000. Harga yang kami berikan akan sesuai dengan kualitas barang.

Alasan mengapa saya ingin membuka suatu clothing line adalah menurut saya, pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk manusia, pakaian selalu bergerak mengikuti jaman dan merupakan salah satu wadah untuk berkreasi. 

Berikut adalah contoh dari genderless clothing:

Source Picture
Source Picture
Source Picture

October 12, 2016

Bahaya dan Efek Samping Dari Minuman Energi Untuk Masyarakat

Apakah minuman energi seperti kratingdaeng (red bull untuk pasar dunia), Kuku Bima Ener-G, Hemaviton Jreng, Extra Joss, atau merk lainnya yang sudah mendapatkan izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) berbahaya atau memiliki efek samping. Menurut BPOM, minuman berenergi tidak akan menimbulkan bahaya jika dikonsumsi sesuai dengan anjuran. Menurut BPOM, yang membedakan minuman berenergi dengan minuman biasa, selain memiliki khasiat kegunaan tambahan seperti memelihara stamina tubuh, minuman berenergi mempunyai aturan pakai, yang tercantum pada etiket.

Peringatan/perhatian yang biasa dicantumkan pada etiket antara lain adalah:

  1. Apabila produk mengandung pemanis buatan maka harus ditulis "produk mengandung pemanis buatan".
  2. Apabila pemanis yang digunakan adalah aspartam, maka pada peringatan/perhatian tercantum "produk ini mengandung fenilalanin, tidak boleh digunakan pada penderita fenilketonuria dan wanita hamil dengan kadar fenilalanin tinggi".
  3. Apabila produk mengandung kafein dan ginseng maka harus mencantumkan peringatan/perhatian :"Produk ini tidak dianjurkan untuk anal-anak, wanita hamil dan menyusui . Produk ini tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi. Tidak boleh dikonsumsi melebihi dosis yang telah ditetapkan (Tidak dikonsumsi lebih dari 3 kali sehari dengan kadar maksimal kafein per takaran 50 mg)"

Lalu bagaimana jika kita mengkonsumsi secara berlebihan, atau tidak mengikuti anjuran yang ditetapkan? Berikut adalah kumpulan artikel yang kami peroleh dari berbagai sumber. Sehari setelah menghirup minuman energi di pantai di Rocky Point, Meksiko, Lanna Hamann (16 Tahun) terkena serangan jantung dan meninggal pada 14 Juni 2014. Walaupun penyebab kematian Hamann hingga kini masih belum diketahui, potensi bahaya dari minuman energi berkafein seperti Red Bull, Monster dan Rock Star menimbulkan kekhawatiran bagi para pemerhati kesehatan masyarakat di Meksiko. Kunjungan gawat darurat terkait dengan minuman energi telah meroket hampir dua kali lipat antara 2007 dan 2011. Ini menurut data Substance Abuse and Mental Health Services Administration’s Dawn Report, yang melacak kunjungan gawat darurat terkait obat-obatan. 

Kafein adalah zat yang populer. Sekitar 80 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengkonsumsi stimulan ini secara harian. Bagaimana tidak populer? Dalam dosis rendah, kafein pada dasarnya tidak berbahaya dan, menurut Kathleen Miller, Ph.D., seorang ilmuwan riset senior di University at Buffalo Research Institute on Addiction, bahkan dapat bermanfaat bagi orang dewasa yang sehat untuk meningkatkan konsentrasi, mempercepat waktu reaksi dan mengurangi kelelahan. Tapi kebanyakan dari kita lupa bahwa zat favorit kita sehari-hari tersebut sebenarnya adalah obat psikoaktif. "Pada kadar yang cukup tinggi - dan aku tidak berbicara super tinggi di sini, katakanlah sekitar 500 miligram kafein, yang setara dengan lima cangkir kopi - dan anda akan mengalami apa yang disebut keracunan kafein," kata Miller. "Itu termasuk sakit kepala, tremor, jantung berdebar-debar dan mual. Pada tingkat yang cukup tinggi - dan ini cukup tidak biasa - kafein cukup beracun itu, bagi sebagian orang, hal itu dapat menyebabkan kejang, mania, halusinasi, bahkan stroke.

Berikut adalah 10 bahaya yang timbul jika meminum minuman energi secara berlebihan menurut caffeine informer:

1. Cardiac Arrest (gagal Jantung);
2. Sakit Kepala dan Migrain;
3. Insomnia (Sulit Tidur);
4. Diabetes Melitus Tipe 2;
5. Interaksi dengan Obat lain yang sedang kita konsumsi;
6. Ketagihan Kafein dan minuman energi;
7. Melakukan Aktifitas atau Tingkah Laku Berbahaya;
8. Gelisah dan Gugup;
9. Muntah;
10. Reaksi Alergi.

October 7, 2016

Manfaat YouTube untuk Masyarakat

YouTube adalah sebuah situs web berbagi video terbesar saat ini. YouTube didirikan oleh Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim yang sebelumnya merupakan karyawan pertama PayPal pada Februari 2005. Situs ini dapat digunakan untuk mengunggah, menonton, dan berbagi video. YouTube memiliki berbagai macam konten seperti, klip film, Tv, video musik, blog video (vlog), video pendidikan, dll. 

Pada tanggal 9 Oktober 2006, YouTube dibeli oleh Google dengan harga US$1,65 miliar, karena YouTube merupakan situs yang paling sering diakses kedua di Dunia, dan pasti akan sangat menguntungkan untuk Google. 

Namun, apakah manfaat YouTube itu sendiri untuk masyarakat? 
Oleh karena itu, saya akan membahas manfaat-manfaat dari YouTube

1. Edukasi

Selain memiliki konten musik, video blog, dsb., YouTube juga memiliki video yang dapat memberikan info dan dapat dijadikan sebagai sistem pembelajaran yang efektif. Membaca buku yang penuh teks bukanlah alasan lagi untuk anda yang malas belajar. 

2. Berkreasi

Tidak hanya dapat menonton video, masyarakat juga dapat mengunggah video karya miliknya sendiri. Hal ini dapat membantu masyarakat untuk mengeskpresikan diri, dan berkreasi.

3. Lapangan perkerjaan

YouTube juga dapat dijadikan sebagai lahan pekerjaan. Tidak sedikit orang yang beralih profesi menjadi YouTube creator atau yang sering dikenal YouTuber. Penghasilan yang di hasilkan untuk menjadi YouTuber pun tidak sedikit. Anda dapat memiliki perkerjaan untuk melakukan hal yang anda sukai, contohnya seperti ikon Internet, Pewdiepie atau Felix Kjellberg. Ia memulai karir YouTubernya sejak 29 April, 2010. Sekarang Ia memiliki 48 juta subscriber atau pengikut, dan video yang dibuatnya telah ditonton sebanyak 13,504,128,270 kali. Penghasilan yang ia dapatkan sebanyak US$12 juta pada tahun 2015.

October 3, 2016

Gagak, Batu, dan Kendi



Dahulu kala hiduplah seekor burung gagak bernama Gaga. Gaga memiliki bulu yang warna hitam, dan Gaga dapat terbang tinggi dan cepat. Suatu hari, cuaca sangatlah panas. Matahari bersinar sangat terang dan membuat Gaga haus.

Gaga pun terbang untuk mencari air. Kemudian Ia melihat sebuah kendi di dekat semak-semak. Gaga terbang mendekati kendi tersebut, dan di dalam kendi tersebut terdapat air. Namun, Gaga tidak dapat meminum dari kendi itu karena air di dalamnya sangatlah sedikit. Gaga mencoba memanjangkan lehernya yang sangat pendek itu untuk meraih air di dalam kendi, namun Ia gagal. 

Tetapi Gaga tidak menyerah, Ia memikirkan berbagai macam cara agar Ia dapat meminum air dari kendi itu. Gaga pun mengambil batu di sekitar semak-semak, dan menaruhnya di dalam kendi itu. Ia memasukan 5 batu di dalam kendi itu, dan alhasil air di dalam kendi itu naik ke permukaan. Gaga pun senang sekali karena Ia telah berhasil untuk mendapatkan air minum.

MORAL:


Jika ada kemauan, pasti selalu ada jalan. 

Janganlah cepat menyerah, tetaplah berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan